KAIL TALKS 3 : Hutan dan masyakarat adat

Selasa (11/6/2024) Pusat riset dan Kajian Hayati dan Ilmu Lingkungan (KAIL) Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pamulang kembali menyapa dalam program KAIL TALKS. Memasuki seri ke-3 KAIL TALKS kali ini mengangkat tema hutan dan masyarakat adat, sebagai respon terhadap ramainya isu deforestasi yang menyangkut masyarakat adat. Adapun pada kegiatan KAIL TALKS 3 ini mengundang kak Uli Arta Siagian, Manager Kampanye Hutan dan Kebun WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Nasional, dan aktivis lingkungan hidup serta advokat, kak Rifyan Ridwan Saleh dari RRS Law Firm.

Pengelolaan sumberdaya alam (SDA) yang dilakukan dalam rangka pembangunan bangsa dan negara merupakan sebuah keniscayaan, namun diperlukan pengelolaan dan pemanfaatan yang lestari dalam prosesnya, agar tidak menimbulkan permasalahan ataupun konflik yang tidak perlu. Dalam rangka pembangunan ini lah SDA kerap dieksploitasi dan masyarakat adat menjadi salah satu penerima dampak langsung yang berkaitan dengan ruang hidup dan keberlangsungan hidupnya. Kasus konflik antara masyarakat adat dan perusahaan terkait hak atas lahan hutan di Indonesia selalu menjadi isu yang tak kunjung selesai. Pada pemaparannya, Kak Uli membeberkan data terkait deforestasi dan tata kelola hutan yang keliru oleh pemerintah, serta bagaimana masyarakat adat kerap diabaikan padahal hak masyarakat adat juga dijamin dalam konstitusi.

Salah satu kasus terkait konflik lahan diantaranya adalah kasus di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yang melibatkan masyarakat adat Dayak dan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kemudian isu yang saat ini sedang hangat adalah hutan adat yang terancam di Boven Digoel, Papua Selatan, lewat tagar serta postingan yang menggema di media online hingga media sosial #alleyesonpapua (All eyes on papua). Pada acara diskusi ini juga hadir kak Nochi, salah satu anggota Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) yang memberikan pandangan dan perspektifnya mengenai topik yang sedang dibahas. Sayangnya, agenda pematerian kedua oleh kak Rifyan harus dilewati karena berhalangan hadir di sesi kedua. Berlanjut ke sesi berikutnya, pada sesi diskusi / tanya-jawab, banyak pertanyaan yang memantik diskusi dari peserta, serta timbal balik dari pemateri. Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata kepada pemateri, yang diserahkan oleh ketua program studi Biologi FMIPA Unpam, dan juga foto Bersama dengan seluruh peserta

Foto Bersama Peserta KAIL TALKS III